Kamis, 09 Januari 2014

Sistem Informasi Akuntansi Siklus Pengeluaran



Siklus Pengeluaran


v  Pengertian Siklus Pengeluaran
Siklus Pengeluaran (Spending cycle atau expenditure cycle) adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.
Siklus pengeluaran melibatkan beberapa aktivitas yang berhubungan dengan pembelian bahan mentah, persediaan barang-barang dan jasa. Kegiatan ini termasuk mengidentifikasikandan mendokumentasikan semua pengeluaran uang, menyipakan order pembelian menerima kiriman barang dan mencatat persediaan.
v  Tujuam Siklus Pengeluaran
Tujuan utama dari siklus pengeluaran ini adalah untuk mempermudah pertukaran kas dengan para pemasok untuk barang dan jasa yang dibutuhkan dimana tujuan khusus yang terkandung didalamnya meliputi:
1.      Memastikan bahwa seluruh barang dan jasa dipesan sesuai keperluan.
2.      Menerima seluruh barang yang dipesan dan menverifikasi bahwa barang tersebut adalah valid dan benar.
3.      Menjaga barang tersebut sampai dibutuhkan.
4.      Memastikan bahwa faktur yang berhubungan dengan barang dan jasa adalah valid dan benar.
5.      Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran secara cepat dan tepat.
6.      Memposkan kewajiban dan pengeluaran kas ke dalam perkiraan pemasok yang tepat di dalam buku besar utang usaha.
7.      Memastikan bahwa seluruh pengeluara kas berhubungan dengan pengealuran yang sudah diotorisasi.
8.      Menyiapakn seluruh dokumen dan laporan manajerial yang diperlukan yang berhubungan dengan barang atau jasa yang diperoleh.


v  Fungsi Siklus Pengeluaran
Fungsi dari Siklus Pengeluaran itu sendiri terdiri dari:
1.      Mengetahui kebutuhan akan barang tersebut.
2.      Menempatkan Pesanan, Menerima dan menyimpan barang.
3.      Memastikan validitas kewajiban pembayaraan.
4.      Menyiapkan pengeluaran kas.
5.      Mengelola utang usaha.
6.      Memposkan transaksi ke dalam buku besar umum.
7.      Menyiapkan laporan keuangan dan laporan manajemen yang diperlukan.

v  Sistem Pembelian
Bagian yang terkait dalam sistem ini meliputi:
·         Bagian pembelian, yang berfungsi melakukan pemesanan dari penjual dan meng input nya ke komputer.
·         Bagian hutang, yang bertanggung jawab untuk memelihara catatan berbagai pembelian barang ke pemasok, sehingga dapat diketahui jumlah hutang kepada masing-masing pemasok dan juga riwayat layanan pemasok.
·         Bagian gudang, yang bertugas menerima kiriman barang yang dipesan dan dan membuat laporan kepada bagian pembelian bahwa barang sudah diterima, sehingga siap menerima tagihan.
·         Bagian hutang, yang bertugas menerima faktur penjualan atau tagihan dari pemasok.
·         Bagian keuangan atau kasir bertanggung jawab untuk membayar hutang kepada pemasok sesuai dengan masa potongan sehingga perusahaan dapat memperoleh potongan tunai dan menyelenggarakan pencatatan atas pembayaran.

Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pemebelian ini terdiri atas:
1.      Permintaan Barang (Material requisition atau Purchase requisition)
Dokumen awal dalam siklus pengeluaran yang mengotorisasi penempatan pesanan barang atau jasa.
2.      Penawaran Barang (Qutation)
Dokumen yang digunakan dalam prosedur persaingan tawar-menawar, menunjukkan barang dan jasa yang dibutuhkan dan harga pesaingnya, syarat, dan lain sebagainya.
3.      Pemesanan Barang (Purchase Order)
Dokumen ini mencantumkan dekripsi, kualitas dan kuantitas atau informasi lain atas barang atau jasa yang hendak dibeli.
4.      Bukti Penerimaan Barang (Delivery Receipt)
Dokumen yang menunjukkan tanggal barang diterima, nomor purchase order, kode dan nama barang, banyaknya barang yang diterima dan identitas.
5.      Faktur Penjualan (Invoice)

Dokumen yang menunjukkan deskripsi dan kuantitas barang yang dijual, harga termasuk ongkos angkut, asuransi, syarat pembayaran, dan data lain yang relevan.
Prosedur transaksi pembelian mencangkup:
·         Bagian gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian
·          Bagian pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok.
·         Bagian pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok.
·          Bagian pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
·          Bagian penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok.
·         Bagian penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang untuk disimpan.
·         Bagian penerimaan melaporkan penerimaan barang kepada bagian akuntansi.
·         Bagian akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dari pemasok tersebut, bagian akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian.


v  Sistem Pengeluaran Kas
Sistem pengeluaran kas memproses pembayaran kewajiban yang dihasilkan oleh sistem pembelian. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk memastikan bahwa kreditor yang sah menerima jumlah jumlah terutang yang benar ketika kewajiban jatuh tempo. Jika sistem tersebut melakukan pembayaran lebih awal. Perusahaan melewatkan penghasilan bunga yang dapat dihasiklkan dari dana tersebut. Namun demikian jika kewajiban dibayar telat perusahaan akan kehilangan diskon pembelian atau dapat mengacaukan kredibilitasnya sendiri.

Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pengeluaran kas ini adalah:
  1. Bukti kas keluar
Tanda bukti bahwa perusahaan telah mengeluarkan uanh tunai, seperti  pembelian dengan tunai atau pembayaran gaji, pembayaran hutang atau pengeluaran-pengeluaran lainnya.
  1. Cek
Salah satu sarana yang digunakan untuk menarik atau mengambil uang direkening giro.
  1. Permintaan cek           

Sistem Manual Pengeluaran Kas:
  1.  Bagian utang usaha
Proses pengeluaran kas dimulai dalam bagian utang usaha. Staf administrasi bagian utang usaha meninjau file voucher utang terbuka atau utang usaha untuk melihat berbagai dokumen yang jatuh tempo dan mengirim voucher serta dokumen pendukungnya (permintaan, pembelian, pesanan pembelian, laporan penerimaan, dan faktur) ke bagian pengeluaran kas.
  1. Bagian pengeluaran kas
Staf administrasi bagian pengeluaran kas menerima paket voucher dan meninjau berbagai dokumen untuk melihat kelengkapan dan akurasi administratifnya. Untuk tiap pengeluaran, staf administrasi tersebut membuat cek tiga salinan dan mencatat nomor cek, jumlah uangnya, nomor voucher, serta data lain yang terkait dalam daftar cek yang juga disebut jurnal pengeluaran kas.
  1.  Bagian buku besar
Staf administrasi bagian buku besar menerima voucher jurnal pengeluaran kas dan ikhtisar akun dari bagian utang usaha. Angka dalam voucher menunjukkan pengurangan total dalam kewajiban perusahaan dan akun kas sebagai akibat dari pembayaran ke pemasok. staf administrasi bagian buku besar mencatat ke akun pengendali utang usahadan akun kas dalam buku besar serta merekonsiliasi akun pengendali utang usaha dengan iktisar buku pembantu utang usaha. Pekerjaan ini mengakhiri prosedur pengeluaran kas.
Tugas Per divisi:
·         Departemen Persediaan
1.      Mengecek persediaan
2.      Mencatat persediaan yang rusak
3.      Membuat daftar persediaan barang rusak dan mengumpulkan barang yang rusak.
4.      Menyerahkan ke bagian manajer persediaan
·         Manajer Persediaan:
1.      Melakukan pengecekkan
2.      Departemen Pembelian
3.      Membuat surat retur dan menyerahkan ke supplier Supplier
4.      Menyiapkan barang retur / uang pengganti barang retur
5.      Menyiapkan bukti pengembalian retur
·         Bagian penerimaan:  
1.       Mengecek barang retur
2.       Mencatat penerimaan barang retur
3.       Membuat laporan penerimaan retur dan menyerahkan barang ke bagian persediaan
·         Bagian persediaan
1.       Melakukan pengecekan kembali
2.       Manajer Persediaan
3.       Membuat catatan penerimaan barang retur
4.       Menyerahkan laporan ke bagian akuntansi
·         Bagian Akuntansi
1.      Membuat laporan penerimaan barang retur
·         Pimpinan
1.       Memeriksa dan megesahkan laporan penerimaan barang retur

v  Retur Pembelian
Bila barang dagangan atau barang lain yang sudah dibeli kemudian dikembalikan lagi atau penyesuaian harga sedang diusahakan. Biasanya pembeli akan mengadakan hubungan dengan penjuala secara tertulis. Keterangan mengenai hal itu dapat dinyatakan melalui surat atau dapat juga digunakan Memo Debit atau Nota Debit.
  • Contoh Memo Debit atau Nota Debit

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqi0CdBea97B6q3ALTahdenxGkPd4hKFe8QyVlcnSuBDBra6YnXFtHKbhyBVXIl-eXgQEN6GzIPmbKmWMz4TYTIIK-DEm4xdDPco_aqakwk9oBxuo-CrjYTOIbQVYo833_zkxOeUjEevE/s320/NOTA+DEBIT.tif

 Debitur mungkin menggunakan tembusan dari Memo Debit tersebut sebagai dasar untuk pencatatan, atau menunggu jawaban dari kreditu yang biasanya akan berbentuk Memo Kredit atau Nota Kredit


Ø Flowchart Retur Pembelian

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyuJqa6TZYb92q_hatQM98pn8drJ9AepOjF4ugp_gVB6A4sJdO9ORcec-UdR7jor1-1S5JJwL9QQLiW-kEO-ljHaW_j_4NrG2ECKZ12C1333rSyC__K4PveXauYfebnVo1jLJbnV6qZ5M/s640/Retur+Pembelian.tif



Ø Prosedur retur pembelian suatu perusahaan:
·         Vendor mengirim barang yang telah di order oleh perusahaan ke bagian penerimaan barang disertai nota pembelian yang akan dicatat oleh bagian akuntansi persediaan.
·         Oleh bagian penerimaan barang, barang tersebut dicek apakah sesuai dengan pesanan. Karena tidak sesuai, bagian penerimaan barang membuat Surat Permohonan Retur Pembelian (SPRP). SPRP diberikan ke bagian akuntansi persediaan, sedangkan barangnya diberikan ke bagian gudang.
·          Di bagian akuntansi persediaan, SPRP dan Nota Pembelian digabungkan untuk membuat Memo Debit yang digunakan sebagai dasar pencatatan barang yang akan di retur.
·         1 Memo Debit diberikan ke bagian gudang, bersama dengan barang lalu bagian gudang membuat Catatan Pengeluaran Barang (CPB) yang dibuat arsip oleh bagian gudang. Dan barang retur dikirim ke vendor bersama dengan Memo Debit.


Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi yang diselenggarakan oleh perusahaan jika pengolahan data transaksi dilakukan secara manual (tidak menggunakan alat bantu computer), maka catatan yang diselenggarakan adalah sebagai berikut:
  1. Buku jurnal, yang mencakup:’
a.       Register voucher, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit.
b.      Jurnal memorial, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat transaksi pengembalian barang yang dibeli atau perolehan potongan pembelian.
c.       Register kas, yaitu buku yang digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas, baik untuk pembelian tunai maupun pelunasan utang.
  1. Rekening pembantu piutang dagang, yaitu rekening yang digunakan untuk mencatat piutang kepada setiap pelanggan.
  2. Rekening buku besar, yaitu:
a.       Utang dagang, yaitu rekening yang digunakan untuk mencatat bertambahnya utang karena pembelian kredit, dan berkurangnya utang dagang karena pelunasan atau adanya retur dan potongan pembelian.
b.      Kas, yaitu rekening yang digunakan untuk mencatat berkurangnya kas karena adanya pembelian tunai atau pelunasan utang dagang.


v  Aktivitas Bisnis Dalam Siklus Pengeluaran Berbasis Komputer
·         Prosedur Permintaan Barang

Aktivitas Bisnis yang pertama kali dilakukan dalam siklus pengeluaran adalah permintaan barang atau suplais. Keputusan Kunci yang dibuat pada proses ini adalah mengidentifikasi barang apa yang akan dibeli, kapan dibutuhkan, dan berapa banyak yang akan di beli. Keputusan ini normalnya dibuat oleh fungsi pengawas persediaan (inventory control), meskipun informasi tentang kebutuhan barang diperoleh dari departeman pengguna barang. Permintaan Pembelian kadang-kadang juga di buat oleh siklus produksi atau dari fungsi penjualan yang menyampaikan informasi tentang back order.
·         Prosedur Pemesanan Barang

     Aktivitas pokok yang kedua dalam siklus pengeluaran adalah pemesanan suplais dan bahan baku. Aktivitas pembelian biasanya dilakukan oleh petugas pembelian atau karyawan pembelian dalam departeman pembelian.
Keputusan Kunci: Pemilihan Pemasok. Keputusan penting yang dibuat pada tahap ini adalah pemilihan pemasok dengan mempertimbangkan harga, kualitas, dan kualitas pengiriman. Komitmen terhadap kualitas dan pengiriman yang dimiliki oleh para pemasok sangat penting, terutama pada sistem JIT, karena keterlambatan pengiriman atau dalam pengiriman terdapat produk cacat dapat mengancam seluruh sistem. Sekali seorang pemasok terpilih untuk memasok sebuah produk,identitas pemasok tersebut akan menjadi badian dari atau dimasukan ke dalam file induk persediaan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari proses seleksi pemasok ketika akan membeli barang yang sama di kemudian hari. Dengan cara ini, maka kinerja pemasok secara periodic dievaluasi untuk menentukan apakah pemasok tersebut masih dapat dipertahankan atau tidak. Evaluasi ini tidak hanya melibatkan masalah harga, namun juga kualitas produk yang dibeli dan kinerja pengiriman barang. Sistem Informasi Akuntansi yang baik, seharusnya juga dirancang untuk dapat menangkap dan menelusur informasi ini.

·         Prosedur Penerimaan Barang
Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menerima dan menyimpan barang yang dipesan. Departeman penerima barang bertanggung jawab untuk menerima barang yang dikirim oleh pemasok. Selain barang diterima, kemudian dilaporkan ke manajer bagian gudang, untuk kemudian meneruskannya ke manajer pabrik. Departemen penyimpanan barang yang bertanggung jawab  kepada manajer bagian gudang, bertanggung jawab untuk menyimpan barang. Informasi tentang tentang penerimaan barang yang dipesan harus dikomunikasikan ke fungsi pengawas persediaan,untuk memperbarui catatan persediaan. Tujuan diselenggarakan prosedur ini adalah: (a) untuk menjamin bahwa semua penerimaan bahan baku, perlengkapan, dan aktiva lain yang dibeli telah diotorisasi kan (b) untuk mencatat transaksi penerimaan dalam catatan akuntansi.
·         Prosedur Pencatatan Utang
Aktivitas keempat dalam siklus pengeluaran adalah proses persetujuan pembayaran faktur pembelian. Proses ini dilaksanakan oleh departemen hutang dagang yang bertanggung jawab terhadap direktur keuangan. Tujuan diselenggarakannya subsistem ini adalah untuk mancatat kewajiban membayar kepada pemasok. Input aplikasi ini adalah faktur pembelian, catatan penerimaan barang, pesanan pembelian (open purchase order) dan file rincian pesanan pembelian(purchase order detail files).
Secara legal, kewajiban untuk membayar ke pemasok mulai timbul saat barang diterima.meskipun demikian,untuk alasan praktis, sebagian besar perusahaan mencatat utang setelah diterima dan disetujuinya faktur pembelian. Tujuan dilakukannya cara ini adalah untuk mengotorisasi dan menentukan apakah faktur yang diterima layak di bayar.tentunya faktur pembelian dikatakan layak di bayar jika barang dan jasa yang dipesan benar-benar telah diterima oleh perusahaan. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan informasi dari bagian pembelian (berupa tembusan order pembelian) dan fungsi penerimaan barang (berupa laporan penerimaan barang. Tembusan order pembelian dari bagian pembelian menegaskan bahwa barang atau jasa yang tercantum dalam faktur pembelian benar-benar dipesan. Tembusan laporan penerimaan barang yang diterima dari bagian gudang menegaskan tentang kuantitas dan kondisi yang diterima.


·         Prosedur Pengeluaran Kas

Aktivitas terakhir pada siklus pengeluaran adalah pembayaran faktur yang telah disetujui. Aktivitas ini, disebut dengan aktivitas pengeluaran kas, dilaksanakan oleh kasir, yang bertanggung jawab kepada manajer keuangan. Tujuan diselenggarakannya aplikasi ini adalah untuk menjamin bahwa pembayaran kepada pemasok dilakukan tepat waktu dan dalam jumlah yang benar. Input bagi aplikasi ini adalah catatan dari file voucher.
Keputusan kunci dalam prosedur pengeluaran kas adalah menentukan apakah perusahaan akan memanfaatkan fasilitas potongan yang tersedia atau tidak. Untuk membuat keputusan ini,dibutuhkan informasi anggaran kas jangka pendek. Dalam anggaran kas tersebut tergambar taksiran arus kas masuk dan arus kas keluar untuk satu periode tertentu di masa mendatang (biasanya satu tahun). Informasi yang tercantum dalam anggaran tersebut berasal dari berbagai sumber. Bagian piutang dagang memberikan proyeksi penerimaan kas. File utang dagang dan file order pembelian menunjukan potensi pembayaran kepada para pemasok, yang bermakna taksiran arus kas keluar di masa mendatang. Fungsi sumber daya manusia memberikan informasi tentang kebutuhan kas untuk pembayaran gaji karyawan.jika cukup anggaran kas menunjukan bahwa perusahaan membutuhkan kas dalam jumlah yang untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran kas,maka fasilitas potongan yang tersedia harus dimanfaatkan agar dapat diperoleh penghematan pengeluaran kas.


v  Tujuan, Ancaman dan Prosedur Pengendalian
Fungsi kedua dari SIA yang dirancang dengan baik adalah untuk memberikan pengawasan dan pengendalian yang memadai untuk menjamin bahwa tujuan berikut ini tercapai:
1.       Semua transaksi telah diotorisasi secara tepat
2.       Semua transaksi yang dicatat adalah valid (benar-benar terjadi)
3.       Semua transaksi yang valid dan telah diotorisasi telah dicatat
4.       Semua transasksi telah dicatat secara akurat
5.       Semua aktiva (kas, persediaan, data) dilindungi dari kemungkinan hilang atau dicuri
6.       Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif
Dokumen dan catatan yang telah diuraikan sebelumnya memainkan peranan penting dalam pencapaian tujuan pengendalian ini. Dokumen yang sederhana, lengkap dengan instruksi pengisian yang jelas akan memudahkan pencatatan data transaksi yang efisien dan akurat. Jika perusahaan menggunakan dokumen elektronik, maka penggunaan prosedur pengendalian aplikasi yang tepat seperti cek validitas, cek field, dan sebagainya akan meningkatkan akurasi entry data. Penyediaan ruang khusus pada dokumen kertas dan dokumen elektronik untuk mencantumkan siapa yang membuat dan siapa yang mengkaji dokumen tersebut juga merupakan bukti bahwa sebuah transaksi telah diotorisasi secara tepat.
Selain kewajiban diatas perlu diperhatikan beberapa ancaman yang terjadi seperti:
·         Perminataan Barang
Tujuan utama proses permintaan pembelian adalah untuk memelihara pasokan seluruh kebutuhan bahan baku secara memadai. Dua ancaman yang muncul dalam mencapai tujuan ini adalah:
1.       Kehabisan barang.
Untuk mengatasi ancaman ini, perusahaan perlu menetapkan sebuah system pengendalian persediaan yang akurat. Metode pencatatan persediaan perpectual dapat digunakan untuk menjamin bahwa informasi tentang tentanf persediaan brang selalu terkini.
2.       Pembelian barang yang tidak diperlukan atau dalam jumlah berlebih.
Perusahaan harus selalu tanggap terhadap pembelian barang-barang yang kurang penting. Penyelenggaraan system persediaan perpectual dapat membantu menjamin validitas permintaan pembelian yang dibuat secara otomatis oleh system pengendalian persediaan.
·         Pemesanan Barang
Berikut ancaman dan prosedur pengendalian yang dapat diterapkan  untuk menanggulangi ancaman tersebut agar tidak terjadi.
3.       Pembelian barang dengan harga mahal.
Perusahaan berupaya untuk memperoleh harga yang wajar untuk  barang dan bahan baku yang dibelinya. Oleh karena itu, daftar harga untuk barang-barang yang sering dibeli harus disimpan dalam computer dan dikonsultasikan setiap kali memesan barang.
4.       Pembelian barang dengan kualitas rendah
Dalam upaya untuk memperoleh barang dengan harga yang rendah, perusahaan harus hati-hati terhadap kemungkinan terjadinya pembelian barang dengan kualitas rendah.
5.       Pembelian barang dari pemasok yang tidak sah
Pembelian barang dari pemasok yang tidak sah dapat menimbulkan berbagai persoalan. Barang yang diperoleh bisa saja berkualitas rendah atau harga barang terlalu tinggi (mahal).
6.       Suap
Suap adalah pemberian uang atau barang dari pemasok kepada petugas pembelian, dengan maksud untuk mempengaruhi pemilihan pemasok. Suap ini dapat berakibat diperolehnya barang dengan kualitas rendah atau dengan harga terlalu tinggi.
·         Penerimaan dan Penyimpanan Barang
Berikut ancaman pengendalian yang berhubungan dengan penerimaan dan penyimpanan barang:
8.      Penerimaan barang yang tidak dipesan
Penerimaan barang kiriman barang yang tidak dipesan menyebabkan perusahaan harus mengeluarkan biaya yang berkaitan dengan penyimpanan dan pengembalian barang ke pemasok.
9.      Pencurian barang
Kehilangan dapat diatasi dengan menerapkan prosedur-prosedur pengendalian sebagai berikut. Pertama, barang harus disimpan dalam lokasi aman, dan akses ke lokasi tersebut dibatasi. Kedua, seluruh transfer barang antar bagian dalam perusahaan harus didokumentasikan.


·         Persetujuan Faktur Pembelian
Berikut ancaman dan prosedur pengendalian untuk mengatasi ancaman tersebut diuraikan sebagai berikut:
10.  Kesalahan dalam faktur pembelian
Faktur pembelian yang diterima dari pemasok dapat mengandung berbagai jenis kesalahan, misalnya salah mencatumkan harga atau salah menjumlah.
11.  Pembayaran barang yang tidak diterima
Cara pengendalian terbaik untuk mengatasi pembayaran barang yang tidak pernah diterima adalah dengan membandingkan kuantitas yang tercantum di faktur pembelian dengan kuantitas yang tercantum dalam tembusan laporan penerimaan barang yang telah ditandatangani oleh karyawan yang menerima transfer barang dari departemen penerima barang.
12.  Kegagalan memanfaatkan fasilitas potongan
Ancaman ini menyebabkan perusahaan kehilangan banyak uang. Salah satu cara untuk menanggulangi ancaman ini adalah pengarsipan yang tepat dan cermat.
13.  Pembayaran faktur yang sama dua kali
Faktur yang sama dapat dibayar lebih dari sekali kaerna beberapa hal. Kemungkinan pertama, duplikat faktur dikirmkan setelah cek diposkan. Kemungkinan kedua, faktur pembelian terpisah dari dokumen lainnya dalam paket voucher.
14.  Kesalahan dalam pencatatan dan posting pembelian dan pembayaran
Kesalahan dalam pencatatan dan posting pembayaran kepada pemasok akan berakibat kesalahan dalam laporan keuangan dan laporan kinerja, yang pada gilirannya berakibat buruknya pembuatan keputusan. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, maka perusahaan harus menyelenggarakan pengawasan pemrosesan dan entry data yang memadai dan tepat.
·         Pembayaran Barang
Berikut ini diuraikan berbagai ancaman dan prosedur untuk mengatasi ancaman tersebut.
15.  Ketidaktepatan kas
Kas adalah aktiva yang mudah dicuri, oleh karena itu, akses terhadap kas dan blanko cek harus dibatasi. Untuk mengatasi hal ini, maka perlu dilakukan pemisahan fungsi yang memadai.
16.  Pencurian yang berhubungan dengan penggunaan EFT
Penggunaan EFT, baik individu maupun bersamaan dengan FEDI, membutuhkan tambahan prosedur pengendalian. Untuk itu, perlu digunakan password dan ID pemakai, dan secara periodic diganti.
·         Pengendalian Umum
17.  Kehilangan data
Data penting yang dimiliki oleh perusahaan harus dilindungi dari kehilangan. Salah satu cara yang dapat dipakai adalah memasang label internal dan label eksternal guna mengurangi kemungkinan terhapusnya data penting dan juga untuk menjamin bahwa file induk yang diperbarui alah file induk versi terbaru.
18.  Kinerja yang buruk
Tujuan pengendalian lain dalam siklus pengeluaran adalah mendorong efisiensi dan efektifitas kinerja aktifitas bisnis. Penyusunan dan pengkajian laporan kinerja merupakan cara yang efektif dalam pencapaian tujuan tersebut.







3 komentar:

  1. mbak intan minta ijin artikel nya aku copas buat reverensi tugas

    BalasHapus
  2. MAAF ,, SEBAIKNYA masukin referensi untuk menghindari plagiatisme ,, trimakasih ,,, aku izin copas

    BalasHapus